Yahya AS: Nabi Suci yang Berani Menegur Raja demi Kebenaran

Admin RedMOL
0


Tapanuli Selatan, 13/3/2026, Retmol.id
Dalam serial 25 Rasul Inspiratif pilihan edisi Ramadan ini, kita akan menelusuri kisah para utusan Allah yang hidup pada masa berbeda, menghadapi tantangan yang tidak mudah, namun tetap teguh menyampaikan kebenaran.

Salah satu kisah yang sangat menarik adalah kisah Nabi Yahya AS.

Kisah Nabi Yahya sebenarnya sudah terasa istimewa bahkan sebelum ia lahir. Ayahnya, Nabi Zakariya, adalah seorang nabi yang sudah sangat tua. Sementara istrinya dikenal sebagai perempuan yang mandul. Secara manusiawi, hampir tidak mungkin mereka memiliki anak.

Namun Nabi Zakariya tidak pernah berhenti berdoa. Di usia senja, beliau tetap memohon kepada Allah agar diberikan keturunan yang saleh yang dapat melanjutkan perjuangan dakwah.

Allah pun mengabulkan doa itu. Melalui kabar gembira dari malaikat, Nabi Zakariya diberitahu bahwa ia akan memiliki seorang anak bernama Yahya. Nama ini sangat istimewa karena belum pernah digunakan oleh siapa pun sebelumnya. Kisah ini bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Maryam.

Para ahli sejarah memperkirakan Nabi Yahya hidup sekitar abad pertama sebelum Masehi di wilayah Bani Israil, yang sekarang berada di kawasan Palestina dan sekitarnya.
Sejak kecil, Nabi Yahya sudah menunjukkan sifat yang berbeda dari anak-anak lainnya. Jika anak-anak seusianya sibuk bermain dan berlarian, Yahya lebih senang belajar dan mendalami kitab suci. Allah bahkan telah memberinya hikmah dan pemahaman agama sejak usia yang sangat muda.

Bayangkan saja, ketika anak-anak lain mungkin masih sibuk mengejar kambing atau bermain di halaman rumah, Yahya sudah tekun mempelajari kitab Taurat. Allah memerintahkannya untuk memegang teguh kitab tersebut dan menjalankan ajaran-Nya dengan penuh ketakwaan.

Nabi Yahya dikenal sebagai pribadi yang sangat lembut, penuh kasih sayang, dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia juga hidup dengan sangat sederhana. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa beliau tidak menikah dan memilih menghabiskan hidupnya untuk ibadah serta berdakwah kepada masyarakat.

Namun di balik kelembutan dan kesederhanaannya, Nabi Yahya memiliki keberanian yang luar biasa.

Pada masa itu, wilayah Bani Israil dipimpin oleh seorang penguasa bernama Raja Herodes. Raja tersebut berniat menikahi seorang perempuan yang sebenarnya tidak boleh dinikahi menurut hukum agama.

Banyak orang mengetahui hal itu, tetapi tidak berani berbicara. Maklum saja, menegur raja bukan perkara kecil. Bisa-bisa bukan hanya dimarahi, tetapi juga kehilangan nyawa.

Namun Nabi Yahya bukanlah orang yang takut menyampaikan kebenaran.

Dengan tegas beliau menyatakan bahwa pernikahan tersebut melanggar hukum Allah. Teguran itu membuat Raja Herodes dan orang-orang di sekitarnya murka.

Akibat keberaniannya itu, Nabi Yahya akhirnya dipenjara. Tidak lama kemudian, beliau dibunuh secara tragis. Meski demikian, keberaniannya dalam menegakkan kebenaran membuat namanya selalu dikenang dalam sejarah para nabi.

Kisah Nabi Yahya mengajarkan banyak hal kepada kita. Tentang keberanian menyampaikan kebenaran, tentang hidup sederhana, serta tentang keteguhan iman meskipun harus menghadapi tekanan dari kekuasaan.

Di zaman sekarang, mungkin tidak semua orang harus menegur raja atau penguasa. Tetapi setidaknya kita bisa belajar dari Nabi Yahya untuk tetap jujur, berani berkata benar, dan menjaga hati agar tetap bersih.

Karena itulah, Nabi Yahya sering dikenang sebagai salah satu nabi yang paling zuhud dan suci hatinya dalam sejarah para utusan Allah.
(IAB)
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)