
Tapanuli Selatan, 15/3/2026, Redmol.id
Kalau kita mundur sekitar 1.400 tahun ke belakang, ke wilayah Jazirah Arab, suasananya tentu sangat berbeda dengan sekarang. Tidak ada lampu listrik, tidak ada mobil, apalagi internet. Kalau mau kirim kabar, ya lewat orang yang sedang bepergian. Kalau mau viral, ya lewat cerita dari mulut ke mulut di pasar.
Di tengah dunia yang sederhana itu, lahirlah seorang anak yang kelak mengubah arah sejarah manusia. Namanya Muhammad.
Beliau lahir di kota Mecca pada tahun 570 M. Tahun kelahiran ini dikenal sebagai Tahun Gajah, yaitu tahun ketika pasukan Abrahah gagal menyerang Ka’bah. Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muttalib dan ibunya Aminah binti Wahb.
Namun sejak kecil, kehidupan Muhammad tidak selalu mudah. Ayahnya wafat sebelum beliau lahir. Ketika berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia. Setelah itu beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muttalib, lalu oleh pamannya Abu Talib.
Meski tumbuh sebagai anak yatim, Muhammad dikenal memiliki akhlak yang luar biasa. Penduduk Mekah menjulukinya Al-Amin, yang berarti orang yang sangat terpercaya. Kalau zaman sekarang mungkin reputasinya sudah dapat tanda centang biru di media sosial. Bedanya, waktu itu yang memberi “verifikasi” adalah kepercayaan masyarakat.
Nabi Muhammad hidup selama 63 tahun. Pada usia 40 tahun, ketika sedang menyendiri di Gua Hira untuk merenung dan beribadah, beliau menerima wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril. Sejak saat itu, beliau diangkat menjadi nabi dan rasul untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada manusia.
Perjalanan dakwah beliau tentu tidak selalu mulus. Banyak pemuka Quraisy yang menolak ajaran tersebut. Ada yang mencemooh, ada yang menentang, bahkan ada yang menyiksa para pengikutnya. Namun Nabi Muhammad tetap berdakwah dengan kesabaran luar biasa.
Karena tekanan yang semakin berat di Mekah, beliau bersama para sahabat akhirnya hijrah ke kota Medina pada tahun 622 M. Peristiwa hijrah ini kemudian menjadi awal penanggalan Islam, yaitu kalender Hijriyah.
Di Madinah, Nabi Muhammad tidak hanya menjadi pemimpin agama, tetapi juga pemimpin masyarakat. Beliau mempersaudarakan berbagai suku, membangun aturan hidup bersama, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil. Bisa dibilang, beliau bukan hanya seorang nabi, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu menyatukan orang-orang yang sebelumnya sering berselisih.
Sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad memiliki beberapa istri. Istri pertamanya adalah Khadijah binti Khuwaylid, seorang saudagar terhormat yang sangat mendukung perjuangan dakwah beliau. Dari pernikahan dengan Khadijah, Nabi memiliki beberapa anak, di antaranya Qasim, Zainab, Ruqayyah, Umm Kulthum, Fatimah, dan Abdullah.
Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al-Qur'an, kitab suci yang diyakini umat Islam sebagai firman Allah dan tetap terjaga hingga sekarang. Selain itu, dalam sejarah Islam juga dikenal peristiwa-peristiwa luar biasa seperti perjalanan malam Isra Mi’raj dan kisah terbelahnya bulan.
Setelah sekitar 23 tahun menyampaikan risalah Islam, Nabi Muhammad wafat pada tahun 632 M di Madinah dalam usia 63 tahun.
Namun kisah beliau tidak pernah benar-benar berakhir. Lebih dari satu miliar umat Muslim di seluruh dunia masih meneladani ajaran dan akhlaknya hingga hari ini.
Karena pada akhirnya, kisah Nabi Muhammad bukan hanya tentang sejarah. Ia adalah cerita tentang kejujuran, kesabaran, keberanian, dan kasih sayang—nilai-nilai yang tetap relevan, bahkan di zaman ketika dunia sudah penuh dengan gadget, Wi-Fi, dan notifikasi yang tidak pernah berhenti.
(IAB)
