Dari Bayi yang Bicara Hingga Nabi Penuh Mukjizat: Kisah Menakjubkan Nabi Isa AS

Admin RedMOL
0


Tapanuli Selatan, 14/3/2026, Redmol.id
Kalau kita mundur sekitar dua ribu tahun lalu ke wilayah Palestina, suasananya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan zaman sekarang. Dunia juga sedang ribut dengan urusan masing-masing. Bedanya saja waktu itu belum ada media sosial, jadi orang berdebatnya langsung di pasar, di rumah ibadah, atau di pinggir jalan.

Saat itu Palestina berada di bawah kekuasaan Romawi. Pajak tinggi membuat rakyat sering mengeluh. Para pemuka agama sibuk berdiskusi panjang tentang aturan dan hukum, sementara rakyat biasa hanya berharap hidup cukup sampai besok tanpa harus pusing memikirkan pajak lagi.

Di tengah situasi seperti itu, lahirlah seorang anak yang kisahnya luar biasa: Nabi Isa AS.

Yang membuat orang langsung terkejut adalah cara kelahirannya. Nabi Isa lahir dari seorang perempuan suci bernama Maryam tanpa memiliki ayah. Bagi masyarakat saat itu, hal seperti ini jelas membuat kepala mereka penuh tanda tanya.

Bayangkan saja suasana kampung waktu itu. Orang-orang mungkin berbisik pelan.

“Eh… kamu dengar kabar itu?”

“Iya… tapi ini sebenarnya bagaimana ceritanya?”

Namun Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan cara yang tidak pernah terpikirkan manusia. Saat Maryam membawa bayinya, orang-orang mulai menuduh dan bertanya macam-macam. Tapi tiba-tiba terjadi sesuatu yang membuat semua orang terdiam.

Bayi itu… berbicara.

Isa yang masih bayi membela kehormatan ibunya dan menjelaskan bahwa ia adalah hamba Allah. Orang-orang yang mendengar pasti saling pandang dengan wajah bingung.

“Ini bayi atau penceramah?” mungkin begitu yang terlintas di kepala mereka.

Sejak saat itu, orang-orang mulai menyadari bahwa anak ini bukan anak biasa.

Ketika dewasa, Nabi Isa diutus untuk berdakwah kepada Bani Israil. Pesannya sebenarnya sederhana: kembali menyembah Allah dan memperbaiki jalan hidup. Cara beliau berdakwah pun lembut. Tidak suka marah, tidak suka berdebat keras. Lebih sering mengingatkan dengan kata-kata yang menenangkan.

Namun yang membuat banyak orang semakin takjub adalah mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.

Dengan izin Allah, Nabi Isa bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Ia juga mampu menyembuhkan penyakit kusta yang saat itu sangat ditakuti. Bahkan ada kisah ketika beliau menghidupkan orang yang telah meninggal—tentu semuanya terjadi hanya atas izin Allah.

Ada juga mukjizat yang sering membuat orang terdiam sambil mengucek mata. Nabi Isa pernah membuat burung dari tanah liat, lalu meniupnya hingga hidup. Burung itu pun terbang.

Kalau kejadian itu terjadi sekarang, mungkin orang sudah sibuk merekam dengan ponsel sambil berkata, “Cepat rekam! Ini pasti viral!”

Tapi orang zaman dulu hanya bisa melongo sambil berkata pelan, “Baru kali ini kita melihat yang seperti ini.”

Sayangnya, seperti kisah para nabi lainnya, tidak semua orang menerima kebenaran dengan hati terbuka. Sebagian pemimpin Bani Israil justru merasa khawatir. Mereka takut pengaruh Nabi Isa semakin besar dan membuat orang-orang lebih mengikuti ajarannya.

Penolakan pun semakin keras. Bahkan muncul rencana untuk menangkap dan membunuh beliau.

Namun rencana manusia tidak pernah lebih besar daripada rencana Allah. Dalam keyakinan Islam, Nabi Isa tidak wafat disalib. Allah menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit.

Suatu hari nanti, di akhir zaman, Nabi Isa akan kembali turun ke bumi untuk menegakkan keadilan dan melawan kezaliman.

Kisah Nabi Isa bukan hanya tentang mukjizat yang membuat orang kagum. Lebih dari itu, kisahnya mengajarkan tentang kelembutan, kesabaran, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Di dunia yang sering penuh pertengkaran, Nabi Isa menunjukkan bahwa hati yang lembut justru bisa menjadi kekuatan yang luar biasa.

Dan mungkin, dari semua mukjizat yang ada, kelembutan hati itulah yang paling sulit ditiru manusia sampai hari ini.
(IAB)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)