Tapanuli Selatan, 29 Januari 2026, Redmol.id ~ Kelurahan Sipirok Godang menyimpan jejak sejarah panjang yang berakar kuat pada alam dan budaya Batak Angkola. Terletak di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada ketinggian sekitar 937 meter di atas permukaan laut, kawasan ini dikenal dengan udara sejuk dan suasana tenang, sekaligus kaya akan nilai sejarah dan sosial budaya.
Nama Sipirok Godang diyakini berasal dari gabungan kata dalam Bahasa Batak Angkola, yakni “Si” sebagai kata sandang atau penunjuk, “Pirdot” yang berarti sejenis kayu, serta “Godang” yang bermakna besar. Dahulu, wilayah ini dikenal dengan sebutan Sidaludalu Julu, sebuah kawasan yang pertama kali dibuka saat kayu pirdot tumbuh melimpah di sekitarnya. Seiring perjalanan waktu dan perubahan pengucapan, sebutan Si Pirdot Godang kemudian disederhanakan menjadi Sipirok Godang.
Pada masa awal pembukaannya, wilayah ini dipimpin oleh marga Siregar yang berperan sebagai Raja atau Kuria. Dalam perkembangannya, seiring dinamika pemerintahan dan pertumbuhan masyarakat, Sipirok Godang kemudian bertransformasi menjadi kelurahan sebagaimana dikenal saat ini.
Selain dari sisi penamaan, Sipirok Godang juga menyimpan peninggalan sejarah penting berupa Masjid Sri Alam Dunia yang dibangun pada tahun 1926. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat Kota Sipirok. Bahkan pada era 1930-an, masjid ini tercatat sebagai ruang pergerakan para ulama dalam menentang kolonialisme Belanda, menjadikannya simbol perlawanan dan kebangkitan masyarakat Sipirok.
Hingga kini, masyarakat Sipirok Godang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perdagangan, serta kerajinan tradisional seperti manik-manik dan tenun. Nilai gotong royong dan kebersamaan masih menjadi karakter kuat yang melekat dalam kehidupan sosial warganya.
Semangat kebersamaan itu tampak jelas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sipirok Godang yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026, di Aula Kantor Kelurahan Sipirok Godang. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sipirok Sahruddin Perwira, S.Sos., MM, Lurah Sipirok Godang Damayanti Siregar, S.Sos., Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga kelurahan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi hingga aula kelurahan dipenuhi peserta.
Musrenbang dibuka oleh Ketua LPMK, Gozali Isa, dan dilanjutkan dengan sambutan Camat Sipirok. Dalam arahannya, Camat menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dan partisipatif untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Ia berharap perencanaan yang disusun benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada pemerataan, peningkatan kesejahteraan, serta berkelanjutan.
Camat juga mengingatkan agar setiap usulan pembangunan disusun secara prioritas dan rasional, serta selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kemampuan anggaran pemerintah. Dengan demikian, program yang direncanakan dapat terlaksana secara efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Lurah Sipirok Godang Damayanti Siregar, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam Musrenbang Tahun Anggaran 2027. Ia berharap hasil musyawarah ini dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan mendorong kemajuan Kelurahan Sipirok Godang ke depan.
“Kelurahan Sipirok Godang bukan hanya hidup dari sejarahnya, tetapi juga terus bergerak menata masa depan bersama warganya,” ujarnya.
Dari jejak kayu pirdot yang memberi nama, hingga ruang musyawarah yang menyatukan aspirasi, Sipirok Godang terus menegaskan diri sebagai kelurahan yang berakar kuat pada sejarah, namun tetap melangkah maju dengan semangat kebersamaan dan partisipasi warganya..
(IAB)
