Bobby Nasution, Gubernur Muda Sumut yang Cepat Tanggap Saat Bencana

Admin RedMOL
0


Sumatera Utara, 6/1/2025, Redmol.Id ~Sumatera Utara menghadapi akhir 2025 hingga awal 2026 dengan tantangan besar: banjir, longsor, dan fenomena hidrometeorologi yang melanda banyak kabupaten/kota. Di tengah situasi ini, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menunjukkan kepemimpinan yang tanggap dan langsung di lapangan.

Sejak akhir November 2025, Bobby dengan cepat menetapkan status tanggap darurat bencana. Langkah ini menjadi kunci koordinasi penanganan bencana, mulai dari banjir dan longsor hingga gempa yang sempat mengguncang beberapa wilayah. Status tanggap darurat ini sempat diperpanjang beberapa kali sebelum akhirnya memasuki fase transisi pascabencana pada awal Januari 2026.

Dalam fase transisi yang berlangsung hingga Maret 2026, fokus utama Bobby adalah pemulihan kebutuhan dasar masyarakat, memperluas dukungan logistik, dan memastikan keberlanjutan pencarian korban hilang. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat, yang terbukti sangat membantu, termasuk penyediaan jembatan Bailey, helikopter, BBM, LPG, listrik, dan logistik meski status bencana nasional tidak diumumkan.

Respons cepat Bobby mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri dan Presiden Prabowo Subianto memuji kesigapan dan koordinasi kepemimpinannya, bahkan melibatkan jajaran menteri dan pimpinan daerah untuk rapat koordinasi bersama. Tidak hanya itu, Bobby aktif menggalang bantuan dari berbagai pihak, termasuk donasi Rp 5 miliar untuk korban banjir dan longsor serta dukungan dari daerah lain seperti Banten.

Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah saat Bobby menyambut Tahun Baru di posko pengungsian bersama Presiden, menunjukkan kepedulian terhadap kondisi psikososial warga terdampak. Kehadirannya langsung di lapangan untuk memantau penanganan dan memberi semangat pada masyarakat membuatnya mendapatkan pujian dari relawan dan tokoh lokal.

Tak ketinggalan, DPRD Sumatera Utara menilai kepemimpinan Bobby responsif dan berpihak pada rakyat. Ketua Fraksi Golkar DPRD bahkan menyatakan optimisme terhadap kebangkitan provinsi di bawah arahannya. Meski demikian, kritik tetap muncul, terutama terkait keterbatasan anggaran bencana dan potensi kelemahan dalam antisipasi dini, yang membuka ruang untuk perbaikan di masa depan.

Bobby Nasution sendiri dikenal sebagai sosok muda—baru berusia 33 tahun saat dilantik Gubernur Sumatera Utara pada 2025. Lahir di Medan dari keluarga Mandailing Batak, Bobby sudah meniti karier sebagai pengusaha properti, manajer klub sepak bola, dan aktif di organisasi pengusaha HIPMI sebelum terjun ke dunia politik sebagai Wali Kota Medan 2021–2025. Bersama istrinya, Kahiyang Ayu, dan tiga anak, Bobby menekankan konsep kepemimpinan yang melayani masyarakat: fokus pada kualitas sumber daya manusia, stabilisasi ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan pengembangan infrastruktur.

Dengan gaya santai tapi tegas, Bobby mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan muda bisa tanggap, cepat, dan berdampak nyata, terutama saat masyarakat menghadapi bencana. (IAB)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)