Dari Sawit ke Multi Komoditas: FoKSBI Tapanuli Selatan Perkuat Kolaborasi dalam Pertemuan Tahunan 2026

Admin RedMOL
0


PADANG SIDEMPUAN, 11/3/2026,Redmol.id — Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI) Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Pertemuan Tahunan FoKSBI 2026 di Hotel Mega Permata, Padang Sidempuan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong praktik perkebunan berkelanjutan sekaligus memperluas cakupan forum menjadi Forum Multi Komoditi.

Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan, organisasi non-pemerintah (NGO), LSM/CSO, hingga perwakilan petani dari komoditas kopi, kakao, karet, dan aren. Turut hadir pula perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Pertanian, serta sejumlah camat di wilayah Tapanuli Selatan.

Selama enam tahun terakhir, FoKSBI Tapanuli Selatan dikenal sebagai forum kolaboratif yang mempertemukan berbagai pihak untuk berdialog dan bekerja sama dalam mendorong praktik kelapa sawit berkelanjutan. Kini, forum tersebut mulai memperluas fokusnya dengan mengintegrasikan komoditas strategis lain seperti kakao, aren, dan kopi.

Perwakilan Yayasan Konservasi Indonesia, Jerri Irmansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya terus mendukung pengembangan FoKSBI agar tidak hanya fokus pada kelapa sawit, tetapi juga komoditas lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Pemerintah, perusahaan, NGO, dan masyarakat perlu bekerja sama dan bergotong royong agar lingkungan tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, SP, MM, yang juga Ketua FoKSBI Tapanuli Selatan, dalam sambutan yang mewakili Bupati Tapanuli Selatan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana.

Ia berharap FoKSBI dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas petani dan memperluas pengembangan komoditas secara berkelanjutan.

“Ke depan, perluasan komoditas seperti kakao, aren, dan kopi akan diintegrasikan dengan prinsip keberlanjutan yang sama seperti kelapa sawit, tentu dengan menyesuaikan kebutuhan spesifik masing-masing komoditas,” jelasnya.

Dari sektor teknis, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Taupik Batubara, menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendampingi petani dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan aktif pekebun, pemerintah, perusahaan, dan lembaga swadaya masyarakat menjadi kunci dalam implementasi sekaligus monitoring program keberlanjutan di lapangan.

“Kami berharap seluruh stakeholder dapat terus meningkatkan kolaborasi, terutama dalam pendampingan petani secara berkelanjutan,” katanya.

Pertemuan tahunan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas penguatan kolaborasi multi pihak dan strategi pengembangan komoditas berkelanjutan, yakni Jerri Irmansyah dan Isner M. Manalu dari Yayasan Konservasi Indonesia, serta Drs. L. Budhi Yuwono, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil kepada dua kelompok petani sawit, yakni Petani Sawit Muara Batangtoru dari Kecamatan Muara Batangtoru dan Sawit Jaya Lestari Sepa dari Kecamatan Batangtoru. Sertifikasi RSPO merupakan standar global sukarela untuk produksi minyak sawit berkelanjutan yang menjamin kepatuhan terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Melalui sertifikasi ini, petani diharapkan dapat meningkatkan akses ke pasar internasional, memperbaiki efisiensi hasil panen, serta mengurangi risiko konversi lahan yang tidak berkelanjutan.

Melalui forum ini, para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan di Tapanuli Selatan. Harapannya, FoKSBI tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga wadah aksi bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

(IAB)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)