Kopi Tubruk Tapanuli Selatan Tembus Davos, Ludes di World Economic Forum 2026

Admin RedMOL
0


Tapanuli Selatan, 4 Februari 2026, (Redmol.id) 
 Kopi tubruk khas Tapanuli Selatan mencuri perhatian dunia. Dibawa oleh Coffeenatics ke ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026, kopi lokal ini tak sekadar dipamerkan—tetapi juga laris manis hingga tandas.

Kopi yang disajikan merupakan Robusta asal Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di tengah dominasi kopi Arabika specialty yang biasa beredar di forum ekonomi dunia, kehadiran kopi tubruk Robusta justru menjadi kejutan tersendiri.

Menurut Pittor Romatua Pasaribu, melalui sambungan telepon, kopi yang dibawa ke Davos mencapai 100 kilogram dan habis terjual seluruhnya selama gelaran WEF.
“Yang dibawa 100 kg, habis semua,” ujarnya.

Menariknya, sekitar 95 persen pengunjung WEF yang mencicipi kopi tubruk Tapanuli Selatan mengaku heran sekaligus penasaran. Mereka tidak menyangka Tapanuli Selatan memiliki kopi specialty jenis Robusta dengan karakter rasa yang kuat dan khas.

Rasa penasaran itu berujung pada peluang bisnis. Pittor menambahkan, untuk Februari 2026, sudah masuk pesanan Green Bean Robusta sebanyak 800 kilogram.
“Sudah ada yang pesan,” tambahnya.
Kopi Robusta Marancar ini diolah oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tando Sira Maju Bersama, sebuah komunitas petani kopi yang terbentuk dua tahun lalu di Tanjung Dolok. Nama Tando Sira sendiri merupakan singkatan dari enam wilayah: Tanjung Folok, Hunatas, Siranap, Marancar Julu, Simaninggir, dan Aek Nabara.

Kelompok ini mengusung motto yang sederhana namun sarat makna:
“Kita rasakan garam kehidupan, maka kita akan maju bersama.”

Keberhasilan kopi tubruk Tapanuli Selatan menembus Davos menjadi bukti bahwa kopi rakyat, dengan pengolahan yang tepat dan cerita yang kuat, mampu berdiri sejajar di panggung global. Dari Marancar ke Swiss, secangkir kopi kini membawa nama daerah ke percakapan dunia.
(IAB)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)